Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI
Deskripsi Masalah :
Diantara rukun sholat qouliyah (rukun sholat berupa ucapan) adalah membaca surah al-fatihah yang dibaca berulang-ulang pada tiap rakat. Pada ayat ke enam surah tersebut terdapat lafadz الصراط المستقيم
Pertanyaan :
Apa kandungan makna dari kata shirāthal mustaqīm tersebut ? dan kenapa harus shirothol mustaqim itu satu-satunya cara manusia selamat di akherat?
(Pertanyaan dari Bapak Slamet di Jakarta)
Jawaban :
Pertanyaan yang baik !
Memahami bacaan sholat adalah jalan menuju kekhusyukan seseorang dalam sholatnya. Dan untuk menjawab pertanyaan di atas, mengingat masalah tersebut barada pada ranah tafsir al-Qur’an, maka di sini kita perlu merujuk kepada kitab tafsir seperti “Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim” karya Ibnu Katsir. Dalam kitab tersebut terdapat beberapa pendapat berdasarkan riwayat hadis yang menjelaskan makna الصراط المستقيم yaitu :
- Kitab Allah (al-Qur’an), ini adalah pendapat Ibnu Hatim,
- Agama Islam, ini pendapatnya Adh-Dhahhak,
- Yang benar, ini pendapatnya Mujahid,
Pendapat lainnya mengatakan yang dimaksud dengan shirāthal mustaqīm adalah Rasulullah Muhammaad dan kedua Khalifah setelahnya yakni Abu Bakr dan ‘Umar RA. Perlu diingat, bahwa semua pendapat di atas tidaklah bertentangan, karena orang yang mengikuti Rasulullah dan kedua sahabat setelhnya ; Abu Bakr dan Umar RA berarti ia telah berpegang kepada kebenaran, sedangkan orang yang berpegang kepada kebenaran, sesungguhnya ia berada di atas agama Islam, dan orang yang berada pada agama Islam pasti ia berpedoman kepada al-Qur’an. Inilah kandungan makna lafadz الصراط المستقيم yang terdapat dalam surah al-Fatihah, dan itulah jalan keselamatan wallāhu’alam.














