Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI
Deskripsi Masalah :
Ketika sholat, terkadang ada saja hal berlainan yang dilakukan beberapa orang, termasuk gerakan untuk bersujud, ada yang meletakkan tangan terlebih dahulu, kemudian lutut, berikutnya kepala.
Pertanyaan :
Bagaimanakah cara turun dari i’tidāl untuk bersujud yang benar?
Jawaban :
Pertanyaan yang baik sekali, yang mana hal ini memang terkadang terjadi pada beberapa mushallī (orang yang melaksanakan sholat).
Dalam persoalan sholat, seharusnya kita meniru setepat mungkin sifat dan cara Rasulullah maksanakan sholat itu. Baik dari gerakan-gerakan maupun bacaan-bacaannya, baik berupa rukun-rukun maupun sunnah-sunnahnya. Tak terkecuali cara merunduk dari i’tidāl untuk bersujud, dalam sebuah hadisnya Rasūlullāh SAW bersabda :
إذا سَجَد أحدُكم فلا يَبْرُكْ كَما يَبْرُكُ البَعِيرُ
“Apabila salah seorang diantara kalian sujud, maka janganlah kalian turun seperti seperti turunnya onta untuk duduk”
hadis di atas melarang mushallī turun untuk bersujud seperti cara yang biasa dilakukan onta dan hewan lain pada umumnya yakni dengan menjatuhkan bagian depan badannya dari pada bagian belakangnya. Berdasarkan hadis di atas, maka cara yang benar turun dari i’tidāl untuk bersujud adalah dengan menjatuhkan lutut terlebih dahulu, kemudian tangan, selanjutnya kepala. Tentu hal ini berlaku secara umum, namun bagi orang yang terlalu gemuk, atau yang mengalami sakit pada bagian lututnya, maka tidak mengapa melakukan hal sebaliknya sekiranya hal itu lebih mudah dilakukannya, (Hasan sulaimān an-Nūrī dan ‘Alwī ‘Abbās al-Mālikī, Ibānah al-Ahkām, Juz I). Wallāhua’lam














