Menu

Mode Gelap
KETENTUAN SHOLAT DI PESAWAT SUAMI MELARANG ISTRI MENGUNJUNGI ORANG TUANYA Tafsir Surat Al Baqoroh 271 Malam Senin 24 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI Ngaji Syarah Bulughul Maram Bab Adzan (bag 2) 17 Sept 2023 // Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI Tafsir Al Baqoroh 270 Malam Senin 17 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI

Konsultasi Islam · 17 Jan 2024 22:09 WITA

IMAM LUPA DUDUK TASYAHHUD AWAL, MAKMUM MELAKUKANNYA SENDIRI !


 IMAM LUPA DUDUK TASYAHHUD AWAL, MAKMUM MELAKUKANNYA SENDIRI ! Perbesar

IMAM LUPA DUDUK TASYAHHUD AWAL, MAKMUM MELAKUKANNYA SENDIRI !

Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI

DESKRIPSI :

Namanya lupa, sudah menjadi tabiat manusia. Dalam banyak persoalan, manusia sering mengalami lupa. Tak terkecuali ketika sedang melaksanakan ritual agama, sholat misalnya. Sekalipun di awal pelaksanaan sholat, khusyu’ mudah diupayakan, tetapi ketika berada di pertengahan sholat, kerap lupa terjadi, bahkan lupa tak jarang dialami oleh imam sholat.

PERTANYAAN :

Bagiamana hukumnya ketika imam lupa duduk tasyahhud awal, makmum melaksanakannya sendiri  ?

Penanya : Rohil Zilfa, Loloan Timur

JAWABAN :

Pertanyaan baik !

Sudah menjadi kodrat syaitan selalu berupaya menggoda kita untuk memalingkan ingatan kita dari Allah. Untuk itu, manusia harus berupaya melawan upaya syaitan itu. Ketika berada dalam sholat, sebisanya urusan di luar sholat dibuang jauh-jauh. Jika sholat dua raka’at, barangkali mudah mengingat-ingat raka’atnya, tetapi untuk sholat empat raka’at, terkadang syaitan lebih mudah memalingkan kita, sehingga tidak jarang tasyahhud awal pun terabaikan.

Mengingat tasyahhud awal merupakan sunnah ab’adh (sunnah sholat yang utama), bukan rukun sholat, maka tidak melakukannya baik karena lupa atau sengaja, maka cukup diganti dengan sujud sahwi. Jika pun sujud sahwi tidak dilakukannya, sholat tetap dihukumi sah. Kemudian yang menjadi permasalahan di atas, imam lupa melakukan tasyahhud awal, sedangkan para makmum sudah mengingatkannya, namun imam mengabaikan isyarat itu dengan meneruskan sholatnya, dan diantara makmum ada yang memaksanakan diri untuk melakukan tasyahhud awal secara sendirian tanpa disertai niat mufāraqah (keluar dari jama’ah imam), setelah melakukan tasyahhud awal itu,  makmum mengikuti kembali gerakan imam dan seterusnya.

Persoalan di atas, di mana ketertinggalan makmum untuk mengedepankan dan melakukan kesunnahan yang ditinggalkan imam, sesungguhnya bertentangan dengan asas yang berlaku dalam sholat berjamaa’ah yakni “إنما جُعِلَ الإمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِه” imam sholat itu dijadikan untuk diikuti. Sehingga ketika makmum menyadari imam melupakan kesunnahan seperti tasyahhud awal, qunūt pada sholat subuh, maka makmum berhak mengingatkannya dengan melakukan “التَّصْفِيْق” (menepuk punggung tangan kiri dengan telapak tangan kanan bagi perempuan) atau dengan “التَّسْبِيْح” (mengucapkan tasbih bagi laki-laki). Namun apabila imam mengabaikan isyarat makmun tersebut dan sudah berada pada rukun fi’lī (gerakan) berikutnya, maka makmum wajib mengikuti gerakan imam, jika tidak, maka menjadi batal sholat makmum itu terkecuali apabila makmum – atas tindakannya itu – berniat mufāraqah (keluar dari jama’ah imam). Diantara referensi yang menjelaskan masalah ini ialah sebagai berikut :

فَإِنْ تَـرَكَـهُ الْإِمَـامُ دُونَ المـأمُومِ فَلَا يَجُـوْزُ لِلْمَأمُومِ التَّـخَلـُّــفُ له عَـنْ إِمَـامِـه فَإِنْ تَخَـلَّـفَ عَامِدًا عَالِمـــًا بَطَلَتْ صَلاتُه إِنْ لَمْ يَــنْــوِ اْلْمُفــَارَقَــةَ

“Apabila imam meninggalkannya (duduk tasyahhud awal), sedangkan makmum melakukannya (sendiri), maka sebetulnya tidak boleh makmum itu terlambat dari imamnya. Jika ia terlambat dengan kesengajaan dan mengetahui (hal itu tidak boleh), maka batal sholat makmum itu selama ia tidak berniat berpisah dari jama’ah imamnya”[1], Wallāhua’lam.

[1] Muhammad Amīn al-Kardī, Tanwīr al-Qulūb, (Beirut : Dār al-Fikr, 1994), Hlm. 162.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kontroversi Penggunaan Obat Tetes Mata Ketika Sedang Berpuasa

10 Maret 2026 - 06:26 WITA

Kaffārah Bagi Suami Yang Melakukan Hubungan Intim Ketika Istri Sedang Haid

17 Februari 2026 - 11:12 WITA

Bolehkan Berkurban Dengan Kerbau ?

7 Februari 2026 - 19:43 WITA

Setelah Mandi Hadas Besar Tidak Harus Berwudhu

31 Januari 2026 - 20:38 WITA

Apakah Wajib Memandikan Anggota Tubuh Yang Diamputasi ?

16 Januari 2026 - 18:07 WITA

Apakah Anak Dari Saudara Sesusuan Masuk Kategori Mahram ?

22 November 2025 - 20:17 WITA

Trending di Konsultasi Islam