Menu

Mode Gelap
KETENTUAN SHOLAT DI PESAWAT SUAMI MELARANG ISTRI MENGUNJUNGI ORANG TUANYA Tafsir Surat Al Baqoroh 271 Malam Senin 24 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI Ngaji Syarah Bulughul Maram Bab Adzan (bag 2) 17 Sept 2023 // Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI Tafsir Al Baqoroh 270 Malam Senin 17 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI

Konsultasi Islam · 22 Agu 2023 08:37 WITA

MAKHRAJ HURUF DHĀDH (ض)


 MAKHRAJ HURUF DHĀDH (ض) Perbesar

Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI

 

Deskripsi Masalah :

Sungguh membaca al-Qur’an itu menenangkan hati orang yang membacanya, menyejukkan telinga orang yang mendengarkannya, tetapi betapa sulitnya membacanya bagi orang yang tidak mengerti hukum-hukum tajwid seperti idzhār, ikhfā’, idghām iqlāb, mad ‘iwadh, mad lāzim dan sebagainya. Ditambah lagi apabila tidak mengenal makhraj (tempat keluar) huruf hijaiyah beserta sifat-sifatnya, di mana makhraj huruf hijaiyah itu sejumlah 29 makhraj sebanyak hitungan huruf hijaiyah itu sendiri. Dan diantara huruf hijaiyah itu terdapat huruf yang sulit diucapkan yakni huruf dhāh (ض).

Pertanyaan :

Di manakah makhraj huruf dhadh (ض) itu dan bagaimana cara melafalkannya?

Jawaban :

Pertanyaan yang bagus sekali ! benar bahwa diantara huruf hijaiyah yang sulit diucapkan adalah huruf dhāh (ض). Rasulullah SAW sebagai manusia yang mana al-Qur’an diwahyukan kepadanya, tentu belaiulah yang paling fasih mengucapkan seluruh huruf hijaiyah tak terkecuali huruf dhāh (ض) ini, sekalipun ada hadis yang diragukan kesahihan sanadnya yang berbunyi
أنَا أَفْصَحُ مَنْ نَطَق َبالضَّادِ بَيْدَ أنِّيْ مِنْ قُرَيْش (“Aku adalah orang yang paling fasih mengucapkan huruf ض (dhad), bukan hanya karena aku dari suku Quraisy”),
tetapi secara makna hadis di atas kandungannya tidak diragukan kebenarannya. Oleh karena susah mengucapkan huruf dhāh (ض) inilah, maka terdapat setidaknya dua pendapat yang menjelaskan makhrajnya, pertama : yang menyatakan bahwa makhraj huruf dhāh (ض) itu  dengan menyentuhkan tepi lidah (hāfah al-lisān) pada gigi geraham atas bagian kiri. Kedua :  dengan menyentuhkan tepi lidah (hāfah al-lisān) pada gigi geraham atas bagian kanan. Sedangkan pendapat yang paling banyak diikuti ulama ahli tajwid adalah pendapat yang pertama (Abdurrahīm ath-Tharhūnī, ‘Uddah al-Qōri’ Fī Tajwīd Kalām al-Bārī). Namun demikian, tetap boleh memilih diantara kedua pendapat di atas yang dianggap mudah dan tidak menyulitkan. Wallāhua’lam

Artikel ini telah dibaca 866 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kontroversi Penggunaan Obat Tetes Mata Ketika Sedang Berpuasa

10 Maret 2026 - 06:26 WITA

Kaffārah Bagi Suami Yang Melakukan Hubungan Intim Ketika Istri Sedang Haid

17 Februari 2026 - 11:12 WITA

Bolehkan Berkurban Dengan Kerbau ?

7 Februari 2026 - 19:43 WITA

Setelah Mandi Hadas Besar Tidak Harus Berwudhu

31 Januari 2026 - 20:38 WITA

Apakah Wajib Memandikan Anggota Tubuh Yang Diamputasi ?

16 Januari 2026 - 18:07 WITA

Apakah Anak Dari Saudara Sesusuan Masuk Kategori Mahram ?

22 November 2025 - 20:17 WITA

Trending di Konsultasi Islam