MENJAMAK SHOLAT JUM’AT
Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI
DESKRIPSI :
Sebagai bentuk keringanan dalam perjalanan, syari’at membolehkan kita untuk mengqashar (meringkas) sholat yang empat raka’at menjadi dua rakat, begitu pula menjamaknya (mengumpulkan dua sholat dalam satu waktu, bisa dilaksanakan pada waktu pertama yang disebut dengan jamak taqdim (memajukan), bisa pula dilaksanakan pada waktu kedua yang disebut jamak ta’khir (mengakhirkan). Menjamak dua sholat sudah ditentukan yakni sholat siang ; dzuhur dan ashar, dan sholat malam ; maghrib dan isya’.
PERTANYAAN :
Bagaimana cara menjamak sholat jum’at ?
JAWABAN :
Pertanyaan baik !
Iya, benar bahwa ketika dalam bepergian jauh (minimal 89 KM), syari’at memberikan rukhshah (keringanan) kepada ummat Islam berupa diperbolehkannya mengqashar (meringkas sholat), menjamak dua sholat (mengumpulkannya) dalam satu waktu, tidak berpuasa Ramadhan dan sebagainya. Termasuk ketika bepergian itu di hari jum’at, apabila ia menjumpai jama’ah sholat jum’at, diperbolehkan baginya sholat berjama’ah jum’at dengan niat menjamaknya dengan sholat ashar. Syekh Sulaiman Al-Bujairimi mengatakan:
قولُه (والجُمعةُ كالظُّهْرِ في جمْعِ التَّقدِيمِ) أي كأنْ دَخَلَ المُسافِرُ قرْيَةً بِطَريْقِه يومَ الجمعَةِ فالأَفْضَلُ في حَقِّه الظُّهْرُ، لكِنْ لَوْ صلَّى الجمعَةَ مَعَهُمْ فَيَجُوْزُ لَه فِي هذِه الحَالَةِ أن يَجْمَعَ العَصْرَ مَعَهَا تَقْدِيمًا
“Ucapan Syekh Khathīb (Shalat jum’at itu hukumnya sama dengan shalat dzuhur dalam masalah jamak taqdīm) artinya seperti seorang musāfir memasuki suatu desa di hari jum’at, di tengah perjalanannya, maka yang lebih utama baginya adalah melaksanakan sholat dzuhur saja. Namun apabila ia shalat jum’at bersama penduduk setempat, boleh baginya dalam kondisi demikian untuk menjamak sholat ‘ashar (dengan shalat jum’at) dengan jamak taqdīm”[1].
Adapun niat sholat jum’atnya adalah :
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا إلَيْهِ الْعَصْرُ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
“aku niat sholat fardhu jum’at dua raka’at dikumpulkan sholat ashar kepadanya mengikuti imam karena Allah ta’ālā”.
Untuk sholat ‘asharnya, jika hanya dijamak saja tanpa diqashar, maka niatnya sebagai berikut :
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إلىَ الجُمعَةِ لِلهِ تَعَالَى
“aku niat sholat sholat ‘ashar empat rakat dikumpulkan kepada sholat jum’at karena Allah ta’ālā”.
Tetapi apabila sholat ‘asharnya dijamak dan diqashar sekaligus, maka niatnya :
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مَقْصُوْرًا وَمَجْمُوْعًا إلى الجُمعَةِ لِلهِ تَعَالَى
“aku niat sholat ‘ashar dua raka’at diringkas dan dikumpulkan kepada sholat jum’at karena Allah ta’ālā”
Selain niat di atas, dalam menjamak sholat ashar dengan jum’at, perlu diperhatikan pula tidak adanya jeda yang lama antara dua sholat itu, sehingga setelah sholat jum’at selesai, sesegera mungkin berdiri dan melakukan takbiratul ihram sholat ‘ashar, demikian,Wallāhua’lam
[1] Sulaimān Bujairimī, al-Bujairimī ‘ala al-Khatīb Juz II, (Beirut : Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2008) Hlm. 380.














