Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI
Deskripsi Masalah :
Dalam salah satu hadis, Rasulullah bersabda :
حُبِّبَ إليَّ من دُنْياكمُ النِّساءُ والطِّيبُ وجُعِلَت قُرَّةُ عَيني في الصَّلاةِ
“Dijadikan kesenangan pada diriku diantara dunia kalian ialah para istri dan wewangian, dan dijadikan penyenang hatiku terdapat dalam shalat” (H.R an-Nasa’i)
Pertanyaan :
Dalam hadis di atas terkesan mencintai istri lebih diutamakan, sedangkan sholat berada pada urutan belakang, bagaimana makna sebenarnya hadis di atas?
Jawaban :
Pertanyaan yang baik !
Marilah kita mulai menganalisa kalimat di atas. Pada hadis di atas, terdapat dua persoalan yang disebut oleh Rasulullah. Persoalan pertama, beliau menyebut perkara dunia yang paling beliau sukai adalah kecintaan dan kasih sayang beliau terhadap para istri serta kesukaan beliau menggunakan wewangian (minyak wangi). Hal ini termuat dalam redaksi hadis
“حُبِّبَ إليَّ من دُنْياكمُ النِّساءُ والطِّيبُ”. Sedangkan persoalan kedua, beliau menyebut bahwa persoalan agama yang paling beliau sukai adalah sholat. Hal ini termuat dalam penggalan terakhir hadis di atas “وجُعِلَت قُرَّةُ عَيني في الصَّلاةِ”.
Hadis di atas bukan menomorduakan sholat, tetapi Rasulullah menjadikan susunan kalimat agar menjadi indah, beliau menggabungkan dua jenis kesenangan (kesenangan dunia dan kesengan agama) dalam satu kalimat. Bahkan sekalipun disebut terakhir, sholat tetap menjadi skala prioritas biliau, hal ini dapat diketahui dari penggunaan kata “قُرَّةُ عَيني” pada sholat, sementara kata tersebut tidak dipergunakan untuk kata “النِّساءُ والطِّيبُ”. (as-Suyūthi, al-Hāwi li al-Fatāwā, Juz I), wallāhua’lam.














