Menu

Mode Gelap
KETENTUAN SHOLAT DI PESAWAT SUAMI MELARANG ISTRI MENGUNJUNGI ORANG TUANYA Tafsir Surat Al Baqoroh 271 Malam Senin 24 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI Ngaji Syarah Bulughul Maram Bab Adzan (bag 2) 17 Sept 2023 // Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI Tafsir Al Baqoroh 270 Malam Senin 17 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI

Konsultasi Islam · 6 Agu 2023 16:27 WITA

MENSAHIHKAN MAKNA HADIS حُبِّبَ إليَّ من دُنْياكمُ النِّساءُ والطِّيبُ وجُعِلَت قُرَّةُ عَيني في الصَّلاةِ


 MENSAHIHKAN MAKNA HADIS حُبِّبَ إليَّ من دُنْياكمُ النِّساءُ والطِّيبُ وجُعِلَت قُرَّةُ عَيني في الصَّلاةِ Perbesar

Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI

 

Deskripsi Masalah :

Dalam salah satu hadis, Rasulullah bersabda :

حُبِّبَ إليَّ من دُنْياكمُ النِّساءُ والطِّيبُ وجُعِلَت قُرَّةُ عَيني في الصَّلاةِ

“Dijadikan kesenangan pada diriku diantara dunia kalian ialah para istri dan wewangian, dan dijadikan penyenang hatiku terdapat dalam shalat” (H.R an-Nasa’i)

Pertanyaan :

Dalam hadis di atas terkesan mencintai istri lebih diutamakan, sedangkan sholat berada pada urutan belakang, bagaimana makna sebenarnya hadis di atas?

Jawaban :

Pertanyaan yang baik !

Marilah kita mulai menganalisa kalimat di atas. Pada hadis di atas, terdapat dua persoalan yang disebut oleh Rasulullah. Persoalan pertama, beliau menyebut perkara dunia yang paling beliau sukai adalah kecintaan dan kasih sayang beliau terhadap para istri serta kesukaan beliau menggunakan wewangian (minyak wangi). Hal ini termuat dalam redaksi hadis

“حُبِّبَ إليَّ من دُنْياكمُ النِّساءُ والطِّيبُ”. Sedangkan persoalan kedua, beliau menyebut bahwa persoalan agama yang paling beliau sukai adalah sholat. Hal ini termuat dalam penggalan terakhir hadis di atas “وجُعِلَت قُرَّةُ عَيني في الصَّلاةِ”.

Hadis di atas bukan menomorduakan sholat, tetapi Rasulullah menjadikan susunan kalimat agar menjadi indah, beliau menggabungkan dua jenis kesenangan (kesenangan dunia dan kesengan agama) dalam satu kalimat. Bahkan sekalipun disebut terakhir, sholat tetap menjadi skala prioritas biliau, hal ini dapat diketahui dari penggunaan kata “قُرَّةُ عَيني” pada sholat, sementara kata tersebut tidak dipergunakan untuk kata “النِّساءُ والطِّيبُ”. (as-Suyūthi, al-Hāwi li al-Fatāwā, Juz I), wallāhua’lam.

 

Artikel ini telah dibaca 220 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kontroversi Penggunaan Obat Tetes Mata Ketika Sedang Berpuasa

10 Maret 2026 - 06:26 WITA

Kaffārah Bagi Suami Yang Melakukan Hubungan Intim Ketika Istri Sedang Haid

17 Februari 2026 - 11:12 WITA

Bolehkan Berkurban Dengan Kerbau ?

7 Februari 2026 - 19:43 WITA

Setelah Mandi Hadas Besar Tidak Harus Berwudhu

31 Januari 2026 - 20:38 WITA

Apakah Wajib Memandikan Anggota Tubuh Yang Diamputasi ?

16 Januari 2026 - 18:07 WITA

Apakah Anak Dari Saudara Sesusuan Masuk Kategori Mahram ?

22 November 2025 - 20:17 WITA

Trending di Konsultasi Islam