Menu

Mode Gelap
KETENTUAN SHOLAT DI PESAWAT SUAMI MELARANG ISTRI MENGUNJUNGI ORANG TUANYA Tafsir Surat Al Baqoroh 271 Malam Senin 24 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI Ngaji Syarah Bulughul Maram Bab Adzan (bag 2) 17 Sept 2023 // Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI Tafsir Al Baqoroh 270 Malam Senin 17 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI

Khutbah Jumat · 2 Jun 2024 13:48 WITA

MENUMBUHKAN SPIRITUALITAS DENGAN BERHAJI


 MENUMBUHKAN SPIRITUALITAS DENGAN BERHAJI Perbesar

MENUMBUHKAN SPIRITUALITAS DENGAN BERHAJI

Oleh : Shohabil Mahalli, S.Pd.I, M.S.I.

Disampaikan pada Jum’at, 31 Mei 2024 di Masjid Raya Negara

KHUTBAH I

الحمدُ لله نحمدُه ونستعينُه ونستغفرًه وُنؤمِنُ به ونَتُوبُ إليه ونتوكَّلُ عليه ونعوذُ به مِنْ شرورِ أنفسِنا ومن سيئاتِ أعمالِنا، من يهِده اللهُ فهو المهتدِيْ ومن يُضللْ فلن تجدَ له وليًّا مرشدًا وأشهد أن لا إله إلا اللهُ وحدَه لا شريكَ له وأشهدُ أن محمدًا عبدُه ورسولُه وصفيُّه ومختارُه مِنْ خلقِه، أشهد أنه بلّغَ الرسالةَ وأدَّى الأمانةَ ونصحَ للأمَّةِ، فَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنا محمدٍ وَعَلى كُلِّ رَسُولٍ أَرْسَلَهُ أَمّا بَعْدُ عِبادَ اللهِ فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ يَقُولُ اللهُ تَبارَكَ وتَعالى في كِتابِهِ العَزِيزِ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Jamaah Rahimakumullah, bulan Syawwal, Dzul Qa’dah dan Dzul Hijjah adalah bulan pelaksanaan ibadah haji, Allah berfirman :

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ

Artinya “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi”. Ayat 197 surah al-Baqarah ini tidak mengandung arti bahwa haji harus dilaksanakan sejak awal bulan syawwal, dilanjutkan bulan dzul qo’dah, dan berakhir di penghujung bulan dzul hijjah, tetapi maksudnya adalah ihram haji itu dapat dilaksanakan sejak awal bulan syawwal dan berakhir pelaksanaan rukun dan wajib haji itu di pertengahan bulan dzul hijjah.

Jamaah yang berbahagia  di tempat yang mulia ini ! Dan jika tidak ada perubahan jadwal penerbangan, maka jamaah haji kabupaten Jembrana saat ini tengah berada di angkasa, semoga mereka selamat dan dapat melaksanakan manasiknya dengan sempurna, pulang dengan selamat membawa titel haji mabrur, hajjah mabrurah. amin

Jamaah as’adakumullah ! Orang yang sudah mampu secara ekonomi maka wajib atasnya mendaftarkan dirinya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima yakni haji, jika ia menunda-nundanya, maka tercatat dosa atasnya. Termasuk bagi orang yang mempunyai hutang dalam jangka panjang, selagi ia memiliki gaji dan penghasilan secara berkala yang dapat menutupi hutangnya, serta masih tersisa kelebihan untuk berhaji, maka ia berkewajiban segera mendaftarkan diri untuk berhaji tanpa harus menunggu terlunasi hutangnya terlebih dahulu.

Jika tidak dilakukannya, bisa saja ongkos haji itu dipergunakannya untuk kebutuhan lain yang tidak mendesak. Apalagi mengingat witing list (antre haji) cukup lama, berpuluh-puluh tahun dan kita tidak tahu sepuluh, dua puluh, tiga puluh tahun kemudian apakah kita masih berada di atas tanah ini atau sebaliknya kita sudah berada di bawahnya. Inna lillahi wainna ilaihi roji’un.

Setiap ibadah itu mengandung kemashlahatan, dalam manasik haji terdapat nilai-nilai yang dapat meningkatkan spiritualitas, diantaranya :

Pertama ; melepaskan nafsu syahwatnya, menaggalkan gelar kehormatan yang disandangnya, mereka memfokuskan diri menyerahkan dirinya kepada Allah dengan cara yang diridhoi-Nya. Hal ini tampak selama berada dalam keadaan ihram.

Kedua ; membisikkan dirinya sendiri agar menundukan dirinya  kepada Allah dengan selalu melakukan apa yang diperintahkan Allah, sekalipun terkadang terasa berat. Hal ini tampak ketika mengucapkan lafadz talbiyah : لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَك

Ketiga ; memposisikan dirinya selalu barada dan tidak keluar dari satu titik sekalipun ia berada di tengah khalayak ramai. Sikap ini terlihat ketika sedang bertawaf.

Keempat ; mengingatkan semangat juang manusia mengasihi sesamanya, yakni perjuangan perempuan mulia sayyidah Hajar terhadap puteranya, Isma’il AS, di mana melalui jalur inilah nasab Rasulullah Muhammad sampai kepada nabiyyullah Ibrahim AS. Fakta sejarah perjuangan manusia ini dirasakan ketika malaksanakan perjalanan sa’i.

Kelima ; mengakui dan menyadari persamaan derajat dan kesatuan ummat. Dari mana pun asal negaranya, apa pun bangsanya, bagaimana pun bahasa yang digunakannya, apapun makanan pokoknya, apa pun profesi dan jabatannya, apa pun madzhabnya, mereka adalah ummatan wahidatan / ummat yang satu padu, dalam manasik yang sama sejak ihrom hingga tahallulnya. Hal ini dapat dilihat dalam wuquf.

Jama’ah as’adakumullah ! Ibadah haji dan umroh ini tergolong ibadah yang sangat mulia. Allah berfirman :

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

“Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (Q.S Al-Baqarah : 196).

 

 

Ibadah haji dan umroh ini mengumpulkan dua bentuk ibadah sekaligus, yakni ibadah badaniyyah di satu sisi; yang menguras energi badan manusia dalam hampir semua bentuk manasiknya dan ibadah māliyyah di sisi lainnya; yang meminta pengorbanan harta yang tidak sedikit, apalagi kita ummat islam Indonesia yang jaraknya jauh dari Makkah al-mukarramah.

Imam Hanafi pernah berpendapat bahwa sedekah sunnah itu lebih baik daripada haji dan umroh sunnah yakni haji dan umroh yang dilakukan untuk kedua kalinya dan seterusnya, namun setelah beliau melakukan perjalanan haji yang menguras banyak energi, beliau menarik pendapatnya dan mengatakan bahwa haji dan umroh sunnah itu lebih utama dari pada bersedekah.

Oleh karenanya tidak semua orang Islam memprioritaskan haji ini dalam hidupnya, hanya orang-orang yang mau mengorbankan hasil kerja kerasnya, hanya orang-orang yang mau bersusah payah berangkat pulangnya, hanya orang-orang yang mau meninggalkan keluarga dan kampung halamannya, hanya orang-orang yang menerima Islam sebagai jalan yang lurus, hanya mereka itulah yang berkeinginan keras menunaikan ibadah haji dan umroh.

Semoga kita semua yang berada di Masjid ini, Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk melaksanakan ibadah haji di Makkah al-Mukarramah dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah al-Munawwarah.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ   بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH II

الحَمْدُ للهِ ثمَّ الصلاةُ والسلامُ على سيدِنا رسولِ اللهِ محمد بن عبدِ الله وعلى أله وصحبِه ومَنْ اتَّبعَ هُدَاهُ الى يومِ القيامةِ. وَرَضِيَ اللهُ عن الخُلَفاءِ الرَّاشِدِينَ أَبي بَكْرٍ وعُمَرَ وَعُثْمانَ وَعَلِيٍّ وَعَنِ الأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِينَ أَبي حَنِيفَةَ ومالِكٍ والشافِعِيِّ وأَحْمَدَ وَعَنِ الأَوْلِيَاءِ والصَّالِحِينَ أَمَّا بَعْدُ عِبادَ اللهِ فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ فَٱتَّقُوهُ. وَٱعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلاةِ وَالسَّلامِ عَلى نِبِيِّهِ الكريمِ فَقالَ تباركَ وتَعَالى إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ على سَيِّدِنا محمدٍ وعلى ءالِ سَيِّدِنا محمدٍ كَمَا صَلَّيْتَ على سيدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيدِنا إبراهيمَ وبارِكْ على سيدِنا محمدٍ وعلى ءالِ سيدِنا محمدٍ كَمَا بارَكْتَ على سيدِنا إِبراهيمَ وعلى ءالِ سيدِنا إبراهيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اَللَّهُمَّ إِنَّا دَعَوْناكَ فَٱسْتَجِبْ لَنَا دُعاءَنَا اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنينَ وَالْمُؤْمِناتِ الأَحْياءِ مِنْهُمْ وَالأَمْواتِ اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هُداةً مُهْتَدِينَ غَيْرَ ضالِّينَ وَلا مُضِلِّينَ اللَّهُمَّ تَوَفَّنا وأَنْتَ راضٍ عَنّا رَبَّنا ءاتِنا في الدُّنْيا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذابَ النَّارِ عِبادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسانِ وَإِيتَاءِ ذي القُرْبَى وَيَنْهى عَنِ الفَحْشاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. اُذْكُرُوا اللهَ العَظِيمَ يُثِبْكُمْ وَٱشْكُرُوهُ يَزِدْكُمْ، وَٱسْتَغْفِرُوهُ يَغْفِرْ لَكُمْ وَٱتَّقُوهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنَ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ  وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

MENYIKAPI BULAN MUHARROM SESUAI SYARIAT ISLAM”

13 Juli 2024 - 16:46 WITA

MENYUDAHI KONFLIK DAN MENEBARKAN RASA KASIH TERHADAP SESAMA

19 Juni 2024 - 09:13 WITA

Trending di Khutbah Jumat