MENYUDAHI KONFLIK DAN MENEBARKAN RASA KASIH TERHADAP SESAMA
Khutbah Idul Adha, oleh : Shohabil Mahalli, S.Pd.I, M.S.I.
Disampaikan pada hari Senin, 17 Juni 2024 di Musholla Al-Ukhuwah Loloan Timur
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
KHUTBAH I
الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الحمد لله رب العالمين الذي جعلَ الأعيادَ منبعًا للصَّفاءِ والهَناءِ ليُريحَنَا لحظةً مِنْ هُمُومِ الدُّنْيَا ومتاعِ الحياةِ واشهدُ انْ لا إلهَ الا اللهُ وحدَه لا شريكَ له واشهدُ أَنَّ سيدَنا محمدًا عبدُه ورسولُه اللهم صلِّ وسلِّمْ على سيدِنا محمدٍ وعلى اله وصحبِه أجمعينَ .أُوصِينِي نفسِي وايَّاكُمْ بتقوى اللهِ وقدْ فازَ مَنِ اتَّقى. وقالَ تباركَ وتعَالى إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Jama’ah sholat idul adha di musholla al-ukhuwah Loloan Timur yang saya hormati, Rasulullah SAW bersabda :
إنَّ أعظمَ الأيَّامِ عندَ اللَّهِ تبارَكَ وتعالَى يومُ النَّحرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
Sesungguhnya hari yang teragung di sisi Allah adalah hari nahr (yakni Idul Adha) kemudian hari Qarr . (HR. Ahmad)
Hari nahr (يَوْمَ النَّحْرِ) adalah yang dimaksud dengan haji akbar (الحج الأكبر), karena jama’ah haji pada hari ini berada pada puncak pelaksanaan manasiknya ; jumroh, memotong hewan kurban, tahlīq (memotong rambut) dan thowaf ifādhah. Hari ini disebut pula dengan idul adhā karena pada hari ini disyariatkan menyembelih hewan kurban. Di mana hewan kurban dalam bahasa arab disebut udhiyyah, maka dinamakanlah hari raya ini dengan idul adhā.
Hari ini disebut pula dengan عيد الأكبر (hari raya besar), karena hari raya idul adha dilaksanakan selama empat hari yaitu sejak hari ini 10 Dzul Hijjah, dan esok selama 3 hari berturut-turut yakni tanggal 11, 12 dan 13 yang disebut hari tasyriq. Selama hari tersebut umat Islam dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban dan Selama itu pula disunnahkan melafalkan takbir setelah solat lima waktu yang disebut dengan takbir muqoyyad. Selama hari itu pula umat Islam dilarang berpuasa.
Tanggal 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah disebut dengan hari tasyrīq karena dalam sejarahnya, pada hari- hari tersebut umat Islam menjemur daging yang berasal dari hewan kurban. Kata menjemur dan membuat dendeng dalam bahasa arab berasal dari kata شَرَّقَ – يُشَرِّقُ – تَشْرِيْقًا
Sedangkan yang dimaksud dengan hari Qarr (يَوْمُ الْقَرِّ) adalah hari tasyrīq pertama yakni esok hari, tanggal 11 Dzul hijjah, di mana Qarr sendiri artinya (menetap) karena para jamaah haji pada hari Qarr, esok hari, mereka menetap di Mina setelah kelelahan pada hari tarwiyah, arafah dan hari nahr dengan rengkaian manasik haji yang dilakukannya.
Jamaah yang berbahagia ! Dalam hari raya ini, kita diberi kesempatan untuk berdzikir dengan kalimat takbir, bersedekah kepada kerabat, tetangga dan umat Islam yg sangat membutuhkan. Begitu pula disyariatkan bagi yang mampu untuk berkurban dengan menyembelih hewan dan membagi-bagikan dagingnya kepada orang lain.
Jika kita melihat sejarah kurban, tidak dapat dibantah bahwa persembahan kurban mulanya upaya menyudahi konflik asmara dua pemuda bersaudara yaitu Qobil dan Habil untuk menikahi wanita cantik yang tidak lain adalah kembaran Qobil. Sekalipun menurut ketentuan syariat ketika itu, seseorang tidak boleh menikahi saudara kembarnya dan Adam AS, ayahnya menyuruh Habil yang menikahinya, Namun Qobil – atas dasar hawa nafsunya – justru merasa lebih berhak menikahinya karena wanita itu adalah wanita kembarannya yang lahir bersamaan dengan dirinya.
Untuk mengakhiri polemik dua bersaudara ini, akhirnya nabi Adam AS memberikan solusi agar keduanya melakukan persembahan untuk membuktikan siapa yang berhak dari keduanya. Siapa yang diterima qurbannya oleh Allah SWT, maka dialah yang berhak menikahinya.
Sebagai seorang petani, Qobil mempersembahkan hasil panennya, sementara Habil yang bekerja sebagai peternak (kambing), ia mempersembahkan seokor domba terbaik dari hewan peliharaannya. Allah merekam jejak kedua insan yang berseteru ini dengan firmannya, di mana akhirnya domba Habil yang diterima :
وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ . . .
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (yaitu Habil) dan tidak diterima dari yang lain (yaitu Qabil) . . . (Q.S. Al-Ma’idah : 27).
Dalam kitab Lubāb at-Ta’wīl fī Ma’āni at-Tanzīl, imam Khazin menukil riwayat yang bersumber dari sahabat Ibnu ‘Abbas, bahwa hewan domba milik Habil itu kemudian dikirim ke surga dan dipelihara di sana hingga akhirnya diturunkan kembali ke Bumi untuk menebus Nabi Isma’il ketika hendak disembelih oleh ayahnya, Ibrahim AS guna menunaikan perintah sebagaimana apa yang dilihat sang ayah dalam mimpinya. Dan dari peristiwa inilah kemudian dijadikan dasar syariat memotong hewan kurban bagi yang mampu pada tiap tahunnya.
Jama’ah yang berbahagia di hari yang mulia ini ! tentu tidak semua hewan bisa dipotong sebagai kurban, ia harus dipilih dari hewan terbaik, sehat dan sudah berumur. Tidak terdapat cacat seperti buta sebelah matanya, pincang dan sebagainya. Umur hewan qurban harus masuk dalam kriteria musinnah, untuk kambing biri-biri atau domba minimal telah berumur 1 tahun, kambing kacang dan juga sapi minimal telah berumur 2 tahun, sedangkan onta minimal sudah berusia 5 tahun.
Dalam pemotongan hewan memiliki ketentuan, diantaranya :
- Menajamkan pisau yg digunakan menyembelih
- Membaringkan hewan kambing dan sapi dengan menghadapkannya ke arah kiblat
- Tidak menajamkan/ mengasah pisau tersebut di depan hewan yang akan disembelih
- Memberi makan dan minum yang cukup sebelum hewan disembelih
- Tidak menyembelih hewan di depan hewan lain jika hewan yang disembelih lebih dari satu ekor
- Mengucapkan niat siapa orang yang berkurban dan mengucapkan basamalah serta sholawat atas nabi saat menyembelih hewan kurban.
Jama’ah Rahiumakumullah ! Terputusnya marī’ (jalan masuk makanan/minuman) dan hulqūm (jalan nafas) di mana kedua organ ini terdapat pada tenggorokan / bawah leher adalah menjadi syarat sah dalam pemotongan hewan.
Jama’ah رحمكم الله ! Daging hewan kurban didistribusikan kepada para tetangga disamping dimakan pula oleh orang yang berkurban, karena daging kurban banyak mengandung barokah. Semoga Allah menerima ibadah kurban di Musholla al-Ukhuwah hari ini dan memberkati apa yang masih tersisa di tangan pekurban.
Dahulu Rasulullah SAW pernah melarang para sahabat menyimpan daging kurban sebagaimana dalam sabdanya :
كُنْت نَهَيْتُكُمْ عَنْ ادِّخَارِ لُحُوْمِ الأضَاحِي لأجْلِ الدَّافَّةِ فَادَّخِرُوهَا
“Dahulu aku melarang kalian menyimpan daging-daging hewan kurban karena tamu (dari desa-desa yang menginginkannya), Maka sekarang simpanlah ia”
Yang dimaksud dari kata “الدَّافَّةِ” adalah sekelompok orang Arab pedalaman yang datang berkelompok-kelompok, ketika mereka tiba di kota Madinah di hari-hari pemotongan hewan kurban, Rasulullah memerintahkan para sahabatnya agar tidak menyimpan daging-daging hewan kurban (tetapi) menganjurkan mereka untuk menyedekahkannya kepada mereka itu yang datang ke kota Madinah. Namun tatkala mereka sudah pergi dan alasan serta maksud itu telah tiada, maka serta Rasulullah shallallāhu ’alaihi wasallam menyuruh menyimpan (daging-daging itu). Artinya menyimpan daging kurban berdasarkan hadis di atas hukumnya mubah.
Jama’ah rahimakumullah, ibadah kurban ini merupakan buah kesabaran dan keteguhan hati Nabiyullah Ibrahim bersama puteranya Isma’il ‘alaihimassalām. Ketika Allah mengujinya dengan perintah menyembelih putera sulung yang sangat disayanginya itu, maka Allah kemudian mengganti Isma’il dengan seekor domba. Allah meneruskan syariat kurban ini untuk kita Ummat Rasulullah Muhammad saw. Dan sebagai penghargaan terbesar Islam kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, setiap sholat kita diharuskan dalam tasyahhud akhir memohonkan rahmat Allah bagi mereka dengan ucapan :
كَما صَلَّيْتَ على إبراهيمَ وعلى الِ إبراهيمَ كَمَا بَاركْتَ على إِبْراهيمَ وعلى الِ إِبْراهيْمَ ”
Jama’ah yang berbahagia ! Hari Raya Idul adha terletak pada bulan ke 12, penghujung tahun pada kalender qamariyah yang digunakan dalam Islam, ini artinya mendorong kita untuk melakukan introspeksi diri atas amal yang telah kita lakukan setahun lamanya. Hari ini adalah hari rekonsiliasi atas persoalan kurang baik dan konflik yang terjadi sesama kita, menyudahi pertikain dan melakukan upaya islah. Idul Adha adalah symbol persatuan, bersatu sebagaimana berkumpulnya seluruh umat islam dari berbagai macam negara, bermacam suku, bahasa dan budaya di satu titik pelaksanaan manasik haji dan umroh. Dan bagi umat Islam khususnya yg merasa mampu tidak boleh menunda-nunda dan harus segera merencanakan dan mendaftarkan diri guna melaksanakan rukun Islam yg ke lima yaitu haji dan umroh.
Jama’ah أسعدكم الله ! Marilah kita perkuat tali hubungan kita kepada Allah (حَبْلٌ منَ اللهِ) dan tali hubungan kita kepada sesama manusia (حبلٌ منَ النَّاسِ). Dan semoga seluruh jama’ah haji khususnya jama’ah haji kabupaten Jembrana diberikan kesehatan dan keselamatan sampai kembali ke tanah air dan pulang dengan menyandang titel haji yang mabrur. Akhirnya, Semoga Allah perkenankan kita semua di sini, bisa sampai ke Makkah untuk berhaji dan berumroh, dan ke Madinah untuk berziarah ke makam baginda Rasulillah Muhammad SAW, Amiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، اِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH II
الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر الله أ كبر كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ. اللهم صلِّ وسلِّمْ وباركْ على سيدِنا محمدٍ وعلى اله وصحبِه أجمعينَ .أوصِيني نفسي واياكم بتقوى الله فانَّ التَّقْوَى وصيةُ اللهِ للأَوَّلينَ والآخِرِينَ بسم الله الرحمن الرحيم وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ ا اللهم اغفرْ لاَحياءِ المسلمين واَمواتِهم اللهم امنَا فى بلدنا جمهورية اندونسيا واَصلحْ وُلاةَ اُمُورنايا مُهيمن يا سلَام سلِّمْنَا وحُجّاجَنا واجعلْ حَجَّهُم مبرورًا وتِجَارتَهم لن تورَ وبلِّغْنا كُلَّنا الى حَجِّ بيتِك الحرَمِ وزيارةِ قبرِ النبي صلى الله عليه وسلم . رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ












