Menu

Mode Gelap
KETENTUAN SHOLAT DI PESAWAT SUAMI MELARANG ISTRI MENGUNJUNGI ORANG TUANYA Tafsir Surat Al Baqoroh 271 Malam Senin 24 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI Ngaji Syarah Bulughul Maram Bab Adzan (bag 2) 17 Sept 2023 // Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI Tafsir Al Baqoroh 270 Malam Senin 17 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI

Konsultasi Islam · 26 Feb 2024 12:28 WITA

PAHALA BACAAN AL-QUR’ĀN UNTUK MAYIT


 PAHALA BACAAN AL-QUR’ĀN UNTUK MAYIT Perbesar

PAHALA BACAAN AL-QUR’ĀN UNTUK MAYIT

Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI

 

DESKRIPSI MASALAH :

Ketika dunia sebagai tempat bercocok tanam, dan akhirat tempat mengetamnya, maka setelah kematian seseorang ia tidak lagi dapat berbuat apa-apa, baik amal sholih maupun amal sayyi’ (perbuatan jelek). Terhentinya amal ini hanya berlaku untuk dirinya, karena amal yang dilakukan orang lain yang masih hidup masih dapat dirasakan oleh orang yang sudah wafat, seperti amal-amal sholih yang dilakukan murid itu pahalanya mengalir kepada gurunya yang sudah wafat, do’a anak terhadap orang tuanya yang sudah di alam barzakh dan lainnya.

 

PERTANYAAN :

Apakah sampai pahala bacaan al-Qur’ān kepada mayit (orang yang sudah wafat) ?

 

JAWABAN :

Pertanyaan baik !

Membaca al-Qur’ān dengan meniatkan pahalanya untuk orang yang sudah meninggal dunia sudah dilakukan pada masa salaf yakni pada tahun abad ke III hijriyah pada generasi Imam Ahmad bin Hanbal (lahir 164 H – wafat 241 H). Jika pun sebelum itu tidak menjadi suatu kebiasaan, tetapi hal ini tidak menjadi alasan dan dalil untuk menafikan sampainya pahala bacaan al-Qur’ān kepada orang yang sudah wafat. Tidak adanya dalil yang menunjukkan suatu amal, tidak cukup dijadikan alasan untuk melarangnya (عَدَمُ دَلِيْلٍ لَا دَلِيْلٌ). Sebagaimana orang yang telah mati itu disiksa atas amal yang dilakukan orang yang masih hidup seperti ratapan keluarganya, begitu pula ia mendapatkan keringanan siksa kubur selama ranting pohon yang ditancapkan di atas kuburnya sebelum mengering dan layu. Sampainya pahala bacaan al-Qur’ān kepada orang yang sudah meninggal dunia, dinyatakan dalam hadis Rasulullah SAW :

اقْـــــــرَأُوْا يـس عَــلى مَـــوْتَـاكُــــــمْ

“Bacakanlah surat Yāsin atas orang-orang Islam yang telah meninggal dunia”(H.R  Abū Dāwūd, Imam Ahmad, al-Nasā’ī dan Ibnu Hibbān).

Hadis di atas disahihkan (dinilai memiliki kualitas sahih) oleh Imam Ibnu Hibbān, artinya bacaan al-Qur’ān yang ditujukan pahalanya kepada orang yang sudah meninggal dunia dapat meringankan siksanya dan menambah kebaikannya[1], Wallāhu a’lam.

[1] As-Sayyid ‘Alawī bin as-Sayyid ‘Abbās al-Mālikī, Faidh al-Khabīr wa Khulāshah at-Taqrīr ‘alā Nahj at-Taisīr Syarh Mandzūmah at-Tafsīr (Surabaya : al-Hidayah, 1960) Hlm. 174-175.

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kontroversi Penggunaan Obat Tetes Mata Ketika Sedang Berpuasa

10 Maret 2026 - 06:26 WITA

Kaffārah Bagi Suami Yang Melakukan Hubungan Intim Ketika Istri Sedang Haid

17 Februari 2026 - 11:12 WITA

Bolehkan Berkurban Dengan Kerbau ?

7 Februari 2026 - 19:43 WITA

Setelah Mandi Hadas Besar Tidak Harus Berwudhu

31 Januari 2026 - 20:38 WITA

Apakah Wajib Memandikan Anggota Tubuh Yang Diamputasi ?

16 Januari 2026 - 18:07 WITA

Apakah Anak Dari Saudara Sesusuan Masuk Kategori Mahram ?

22 November 2025 - 20:17 WITA

Trending di Konsultasi Islam