RASYD AL-QIBLAT GLOBAL SEBAGAI PETUNJUK ARAH KIBLAT
Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI
DESKRIPSI MASALAH :
Diantara syarat sah sholat adalah menghadap kiblat. Dengan demikian menentukan kiblat yang benar menjadi kewajiban yang tidak dapat diabaikan. Banyak metode yang dikenalkan dan digunakan ahli falak (astronomi) dalam penentuan arah kiblat.
PERTANYAAN :
Bagaimana konsep dan cara penentuan arah kiblat dengan menggunakan rasyd al-qiblat global ?
JAWABAN :
Pertanyaan yang baik !
Pengamatan manusia terhadap benda-benda langit sejak dahulu kala itu memunculkan suatu disiplin ilmu yang disebut Ilmu falak (astronomi). Dengan memperhatikan benda-benda langit, manusia dapat mengetahui keempat arah mata angin (utara-timur-selatan-barat). Dengan memperhatikan benda-benda langit, manusia dapat mengetahui perubahan musim, bahkan dalam hal sangat detail dan teliti semisal peristiwa gerhana (matahari dan bulan) dapat diprediksi.
Selanjutnya, sesuai pertanyaan di atas, Matahari –menurut pandangan manusia dilihat dari permukaan Bumi – selain bergerak dari timur ke barat, ia bergerak pula secara perlahan dari arah selatan ke utara, dan sebaliknya, karena ia memiliki titik balik di utara dan titik balik di selatan. Nah, ketika Matahari melintas di atas ka’bah (berkulminasi), momentum ini dinilai akurat dalam penentua arah kiblat. Hal ini tentu hanya berlaku bagi separuh penduduk Bumi yakni wilayah yang mengalami siang ketika itu, dan tidak dapat dialami oleh penduduk yang sedang mengalami malam.
Kulminasi Matahari di atas ka’bah sebagai petunjuk kiblat disebut dengan rasyd al-qiblat global. Menurut K.H. Slamet Hambali, salah seorang pakar falak asal Semarang – Jawa Tengah, rasyd al-qiblat global adalah petunjuk arah kiblat yang diambil dari posisi Matahari ketika sedang berkulminasi (merpass) di titik zenith ka’bah yang terjadi antara tanggal 27 atau 28 Mei jam 16.18 WIB dan tanggal 15 atau 16 Juli Jam 16.27 WIB[1].
Dalam praktiknya, untuk kali ini, rasyd al-qiblat (رصد القبلة) terjadi hari ini yakni Senin, 27 Mei 2024 jam 16.18 WIB atau 17.18 WITA di mana Matahari sedang berkulminasi di atas ka’bah (disebut pula اِسْتِوَاء أَعْظَم), sehingga bayangan suatu benda yang terbentuk, itulah arah kiblat yang akurat berdasarkan metode ini, demikian danWallāhua’lam.
[1] Slamet Hambali, Ilmu Falak arah Kiblat Setiap Saat, (Yogyakarta : Pustaka Ilmu, 2013) Hlm. 38














