Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI
DESKRIPSI :
Jika mencuci muka dan tangan adalah cara membersihkan diri secara sederhana, Islam memberikan panduan yang sempurna untuk membersihkan diri manusia dengan cara melakukan wudhu’. Rukun wudhu ; membasuh wajah, membasuh tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki, semua itu merupakan bagian tubuh manusia yang paling sering dihinggapi kotoran, maka sewajarnya ia paling sering dibersihkan dengan air. Mengingat wudhu’ ini sebagai syarat yang harus dilakukan sebelum melaksanakan sholat. Maka tidak sah sholat seseorang apabila tidak berwdhu’ terlebih dahulu.
PERTANYAAN :
Apakah ada sholat sunnah setelah wudhu ?
JAWABAN :
Pertanyaan yang baik sekali ! Iya, benar bahwa dianjurkan setelah wudhu’ itu untuk melaksanakan sholat sunnah 2 (dua) raka’at berdasarkan sabda Rasulullah SAW :
مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا , ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ , لا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Siapa yang berwudhu’ dengan cara wudhu’ku ini, lalu ia shalat 2 (dua) raka’at, tidak berbicara pada dirinya (sendiri dg hal yg tidak penting) pada kedua raka’at itu, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (H.R. Muslim).
Sholat sunnah wudhu’ ini hukumnya sunnah mu’akkadah. Dan mengingat sholat sunnah ini termasuk sholat sunnah yang memiliki sebab (ذَوَات السَّبَب) seperti sholat sunnah tahiyyah al-masjid (تَحِيَّة الْمَسْجِد), maka sholat sunnah wudhu’ ini bisa dilakukan kapan saja (setelah wudhu’), termasuk pada waktu yang dilarang seperti setelah sholat subuh atau setelah sholat asar. Adapun niat melaksanakan sholat sunnah wudhu’ ialah :
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوُضُوءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
“Saya niat shalat sunnah wudhu’ dua rakaat karena Allah ta’ala”.
Hendaknya sholat sunnah ini tidak diabaikan, jika dosa besar hanya dapat dihapuskan dengan cara bertaubat, maka dosa-dosa (kecil) dapat dihapuskan salah satunya dengan melaksanakan sholat sunnah wudhu’ ini sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas (an-Nawawī, Shohīh Muslim Juz III, halaman 94-95),Wallāhua’lam.














