Menu

Mode Gelap
KETENTUAN SHOLAT DI PESAWAT SUAMI MELARANG ISTRI MENGUNJUNGI ORANG TUANYA Tafsir Surat Al Baqoroh 271 Malam Senin 24 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI Ngaji Syarah Bulughul Maram Bab Adzan (bag 2) 17 Sept 2023 // Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI Tafsir Al Baqoroh 270 Malam Senin 17 September 2023 // Ustadz KH. Tafsir. LC, MPdI

Konsultasi Islam · 23 Mar 2024 07:08 WITA

KAPANKAH DIMULAI QUNŪT WITIR DI BULAN RAMADAHAN?


 KAPANKAH DIMULAI QUNŪT WITIR DI BULAN RAMADAHAN? Perbesar

KAPANKAH DIMULAI QUNŪT WITIR DI BULAN RAMADAHAN?

 

 

Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI

DESKRIPSI :

Diantara keistimewaan bulan Ramadhān ialah tersedianya beberapa amal ibadah yang tidak ada di bulan Ramadhān seperti puasa di siang hari, tarawih di malam hari, qunūt pada shalat witirnya dan lainnya.

 

PERTANYAAN :

Malam tanggal berapakah dimulai qunūt pada sholat witir di bulan Ramadhān itu?

 

JAWABAN :

Pertanyaan baik !

Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkār mengatakan :

وَيُسْتَحَبُّ القُنُوتُ عِندَنَا في النِّصْفِ الأخِيْرِ مِنْ شهْرِ رمضانَ في الركعَةِ الأخيرَةِ مِنَ الوِتْرِ، ولنَا وجهٌ: أن يَقْنُتَ فيها في جميعِ شهرِ رمضانَ، ووجهٌ ثالثٌ: في جميعِ السَّنَةِ، وهُوَ مذهبُ أبي حَنِيفَة، والمعروفُ مِنْ مذهبِنا هُوَ الأوّلُ

“Menurut kami, disunnahkan qunūt pada separuh akhir Ramadhān di rakaat terakhir sholat witir. Dari kalangan kami (Syafi’iyyah) ada juga yang berpendapat disunnahkan qunūt di sepanjang bulan Ramadhān. Dan pendapat yang ke tiga menyatakan qunūt itu disunnahkan pada sholat witir sepanjang tahun (tidak hanya di bulan Ramadhān saja), Ini menurut Madzhab Abu Hanifah. Namun yang baik menurut madzhab kami adalah pendapat yang pertama itu (yaitu qunūt pada separuh akhir Ramadhān)[1].

Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan di atas, perlu kiranya kita menganalisa kata النِّصْفِ الأخِيْرِ yang artinya “pada separuh akhir”. Jika sebulan dalam kalender qamariyyah jumlah harinya adakalanya 29 hari dan adakalanya 30 hari, jika jumlah hari itu dibagi menjadi dua bagian, maka separuh pertama adalah hari ke 1 hingga hari ke 15, sementara separuh terakhir adalah hari ke 16 hingga hari ke 29 atau 30.

Percakapan antara dua imam besar yakni Abu Daud dan Ahmad bin Hanbal dapat kiranya menguatkan keterangan di atas.

قلتُ : إذا كانَ يقْنُتُ النصفَ الآخِرَ، متى يبتدِئُ ؟

قال : إذَا مَضى خمْسَ عشرَةَ ليلةَ سادِس عشرَةَ.

Aku (Abu Daud) bertanya: Apabila seseorang hendak melakukan qunūt (witir) pada separuh akhir (Ramadhān), kapan dimulainya?

Ia (Ahmad bin Hanbal) berkata : Apabila telah terlewati 15 tepatnya sejak malam ke 16[2].

Selain percakapan di atas, terdapat keterangan lain yang dapat membantu menjelaskan maksud kalimat النِّصْفِ الأخِيْرِ yang dinukil dari kitab “At-Taqrīrāt as-Sadīdah fī al-Masā’il al-Mufīdah”.

مسئلةٌ : متى يجوزُ صومُ الشَّكِّ أو النصفِ الأخيرِ منْ شعبانَ ؟

يجوزُ صومُهُمَا في ثلاثِ حالاتٍ :

١ ـ إذا كان الصومُ واجِبًا : كقضاءٍ أو كفَّارةٍ أو نَذرٍ

٢ ـ إذا كانتْ له سُنَّةٌ معتادةٌ (وِرْدٌ) كصوم الإثنينِ والخميسِ

٣ ـ إذا وصلَ النِّصفَ الثاني بما قبلَه : بأن صامَ يومَ ١٥ ، فيجوزُ له أن يصومَ اليومَ الذي بعدَه يومَ ١٦

Pertanyaan : kapan dibolehkan berpuasa di hari yang diragukan sebagai awal Ramadhān atau pada separuh akhir bulan Sya’bān ?

Boleh berpuasa pada dua kesempatan (hari syakk dan separuh akhir bulan Sya’bān) ketika berada dalam tiga kondisi :

  1. Apabila puasa berupa puasa wajib seperti puasa qodhā’, puasa kaffārat atau puasa nadzar
  2. Jika seseorang mempunyai kebiasaan berpuasa seperti berpuasa pada setiap hari Senin atau hari Kamis.
  3. Jika seseorang menyambung puasa separuh terakhir (bulan Sya’ban itu) dengan hari sebelumnya, yakni berpuasa di hari ke 15, maka boleh ia berpuasa keesokan harinya yaitu pada hari ke 16.

Dengan memperhatikan point ke 3 pada jawaban di atas dan penjelasan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa qunūt pada rakaat terakhir sholat witir di bulan Ramadhān dimulai sejak malam tanggal 16 hingga akhir Ramadhān. Dan karena pada Ramadhān tahun ini kita memulai berpuasa pada hari Selasa, maka kita akan memulai qunūt pada rakaat terakhir sholat witir sejak malam Rabu akan datang. Adapun do’a qunūt sholat witir sama saja dengan do’a qunūt sholat subuh. Bagi imam dianjurkan untuk mengganti dhomir (kata ganti) untuk pribadi (مُتكلِّم وحدَه) menjadi bentuk jamak (متكلِّم مَعَ الْغَيْر) dengan mengatakan  “اللّــهُـــــمَّ اهْـدِنَا” dan seterusnya, Wallāhua’lam.

[1]An-Nawawi, al-Adzkār an-Nawawiyyah (Indonesia : Dār al-Kutub al-Islāmiyyah, 2004) Hlm. 71.

[2] Muhammad bin Nashr al-Marūzī, Mukhtashar Qiyām al-Laīl, (Pakistan : Hadīts Akademi Faishal Abad, 1988) Hlm. 315.

Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kontroversi Penggunaan Obat Tetes Mata Ketika Sedang Berpuasa

10 Maret 2026 - 06:26 WITA

Kaffārah Bagi Suami Yang Melakukan Hubungan Intim Ketika Istri Sedang Haid

17 Februari 2026 - 11:12 WITA

Bolehkan Berkurban Dengan Kerbau ?

7 Februari 2026 - 19:43 WITA

Setelah Mandi Hadas Besar Tidak Harus Berwudhu

31 Januari 2026 - 20:38 WITA

Apakah Wajib Memandikan Anggota Tubuh Yang Diamputasi ?

16 Januari 2026 - 18:07 WITA

Apakah Anak Dari Saudara Sesusuan Masuk Kategori Mahram ?

22 November 2025 - 20:17 WITA

Trending di Konsultasi Islam