Dijawab oleh Ustadz Al Hafidz Shohabil Mahalli, MSI
DESKRIPSI MASALAH :
Karena memohon dan meminta kepada Allah merupakan perintah-Nya, maka berdo’a itu dinilai ibadah. sedangkan memohon dan meminta kepada selain Allah, serta meyakini sesuatu terjadi bukan atas kehendak Allah adalah kesyirikan yang nyata. Dan diantara adab berdo’a adalah dengan mengangkat kedua tangan, menghadapkan telapak tangan ke atas, serta mengusapkannya ke wajah untuk mengakhirinya
PERTANYAAN :
Bagaimana cara berdoa ketika melakukan qunūt pada sholat subuh?
JAWABAN :
Pertanyaan yang baik sekali ! benar bahwa dianjurkan untuk mengangkat tangan ketika berdo’a dan banyak riwayat hadis yang menyebutkannya, salah satunya sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :
إنَّ اللَّهَ حيِىٌّ كريمٌ يستحي إذا رفعَ الرَّجلُ إليْهِ يديْهِ أن يردَّهما صفرًا خائبتينِ
“Sesungguhnya Allah Maha Hidup dan Maha Mulia. Ia merasa malu dari hamba-Nya jika hamba (itu berdo’a) mengangkat kedua tangan kepada-Nya dengan mengembalikannya sia-sia dalam keadaan kosong” (H.R Turmudzi).
Sekalipun hadis di atas menyebutkan mengangkat tangan ketika berdo’a bersifat umum tidak spesifik untuk cara berdo’a ketika qunūt dalam sholat, sebagian ulama’ mengqiyaskan pula berdo’a ketika qunūt dalam sholat, sehingga mengangkat tangan ketika melakukan qunūt pada sholat subuh – di mana qunūt itu berisi do’a dan harapan – dianjurkan pula. Namun demikian tidak dianjurkan untuk mengusapkan tangan ke wajah untuk mengakhiri do’a qunūt dalam sholat karena tidak adanya dalil yang menjelaskannya, berbeda dengan mengusapkan kedua telapak tangan ke wajah yang mana hal itu dilakukan setelah berdo’a di luar sholat, bukan di dalam sholat, (ar-Ramlī, Nihāyah Al-Muhtāj Juz I, halaman 505 -506) Wallāhua’lam.





